anggap saja ayah tidak mengerti kamu punya setumpuk mimpi
anggap saja ibu tidak mau tau kamu punya jutaan obsesi yang menunggu
disini
di setiap sisi
ada setumpuk waktu yang terus melaju
ada segumpal hati yang belum mau mati
ada sepaket mimpi yang terlanjur membuat fondasi obsesi
ayah akan bangga ketika kamu tak cuma bicara
ibu akan memelukmu haru ketika mimpi mu menjadi sesuatu
jangan cuma mimpi lalu pergi mati
Disini. 17 maret 2010
berdiri.
rapihkan waktu dan hasilkan sesuatu.
rapihkan waktu dan hasilkan sesuatu.
--------------
mei tahun ini. sebuah buku cerita anak berjudul Peri-peri Bersayap Pelangi keluar dari mesin cetaknya. tertulis nama Pungky dan Paman sebagai dua dari sebelas penulisnya.
dua hari lalu. peri-peri bersayap pelangi terbang ke Jogja. menuju Mama.
kemarin. pesan selular dari Jogja mengantar bahasa bangga Mama atas karya anak bungsunya. akhirnya!
sekarang. paman sedang sekolah di negeri sebrang. semoga nanti saat paman pulang, peri-peri bersayap pelangi juga ikut ke pematang.
tadi. ada bulu pelangi yang jatuh dari kepak sayap sang peri. menyadarkan. betapa untuk setiap nafas yang semangatnya luar biasa, akan ada Tuhan untuk mimpi-mimpi yang tertunda. jalan itu ada, bagi yang percaya tentang bisa.
Purwokerto, 10 juni 2011
postingan ini di buat dalam rangka berpatisipasyong di Give Away Angka 100 nya Bunda Dey.
bunda.. sebenernya pungky gak terlalu doyan ikutan give away. ini pertama kalinya lhoo. tapi karena bunda bilang mau kasih buku dongeng untuk satu pemenang, makanya aku ikutan. pengen dapet buku dongeng dari bunda. buat nemenin aku dongeng di beberapa rumah singgah dan sekolah pasca bencana bulan agustus nanti.
semoga bermanfaat ya bunda :)



















