Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Baturraden. Tampilkan semua postingan

Menembus Kali Pelus


Semangat berapi-api untuk menuruni air terjun dengan seutas tali sambil difoto sok gagah trus pamer-pamer di sosial media, seketika menciut sampai level kutu rambut saat aku betul-betul berhadapan dengan sang air terjun. Esumpah gitu kudu gelantungan di tebing 12 meter cuma pakai tali? Berbekal life jacket, helm, dan pengaman lutut serta sikut, satu persatu peserta mulai turun. Aku mengambil giliran terakhir, sambil memberi ultimatum pada seluruh operator,

“Pokoknya kalau aku takut, aku cuma mau foto sok keren pakai tali abis itu kalian harus seret naik lagi. Gak mau tau!”

Surga Tersembunyi di Baturaden

Jalan-jalan ke Purwokerto, biasanya nempel banget sama Baturaden dan nyicip tempe mendoan. Dua hal yang kata orang, Purwokerto banget. Biasanya, orang-orang akan mengunjungi lokawisata Baturaden dan sekedar main air di curugnya. Padahal, ada surga tersembunyi yang super sayang banget kalau dilewatkan. Namanya, Pancuran Pitu (pancuran tujuh).

Pancuran Pitu adalah salah satu objek wisata alam yang masih berada di kawasan Baturaden, berupa sumber air panas yang turun langsung dari Gunung Slamet melalui tujuh saluran (pancuran). Air hangat yang keluar, konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan menghilangkan pegal-pegal serta nyeri otot. Beberapa masyarakat juga masih memercayai adanya kekuatan magis dalam air tersebut jika digunakan pada malam-malam tertentu. Makanya, setiap malam selasa kliwon, kawasan Pancuran Pitu diramaikan oleh mbak-mbak PSK dari lokalisasi Gang Sadar yang mandi biar semakin cantik dan menggoda. Jadi, kalau mau main air panas sekalian ngintip bidadari, ya monggo ke sana pas malam selasa kliwon. Awas bidadarinya ketuker sama kunti ya :))