Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label FAITH. Tampilkan semua postingan

Semangat Konservasi dari Rumah Sendiri

Kebun tembok, mendaur ulang botol plastik bekas menjadi media tanam.
Konservasi, bagi banyak orang, kata ini mungkin terdengar klise sekaligus basi. Berjuta-juta cara dilakukan, tapi setiap saat tetap terjadi pengkhianatan terhadap lingkungan. Tak perlu jauh-jauh bicara soal pengeboman ikan, pembalakan liar, perlakuan biadab terhadap satwa dilindungi, atau pabrik-pabrik raksasa yang proses produksinya sungguh-sungguh menyakiti bumi. Sesepele mengkonsumsi produk kemasan secara berlebihan, penggunaan plastik tanpa daur ulang, atau lebih sederhana lagi, membuang sampah sembarangan. Kita menyakiti bumi, setiap waktu, setiap hari.
Lalu masih adakah semangat konservasi? Bersisakah di hati masing-masing kita, tekad membuat semesta ini tetap lestari?

Menanam di Diapers Bekas Pakai

Ibu ibu yang punya anak, pasti pernah dong mengalami fase hidup 'bersahabat dengan diapers'? Popok sekali pakai atau yang dalam bahasa Jawa disebut Diapers ini, emang bikin dilema banget. Udah mana harganya ngalahin harga cabe, cuma bisa dipakai sekali, trus abis dipake harus langsung dibuang. Tapi kalau gak pakai diapers? Beuuuuh, hanya emak emak tangguh nan rajinlah yang sanggup menjawabnya :))))

Nah, disaat aku lagi seneng-senengnya berkebun ini, adaaa aja temen yang ngasih link di sosmed yang isinya pasti tips dan trik berkebun di rumah. Macem-macem deh, dari mulai pot-pot kreatif sampai resep pupuk kandang yang gak boleh dibaca kalau lagi makan. Salah satu link berisi tips yang paling aku inget adalah dari Mak Isti. Blogger blasteran Klaten-Irak ini, ngasih aku link yang isinya cara unik menanam menggunakan diapers bekas pakai. Ha? Popok bekas pakai buat menanam? Yak tul!

Berkebun di Tembok


Sejak aku heboh di sosial media kalau aku lagi mewujudkan pertanian FAITH (Food Always In The Home), banyak banget orang yang protes ke aku. Rata-rata protesnya sama, "Kamu mah enak punya halaman luas, lah aku tinggal di perumahan, mana ada lahan". Oke, satu dua orang aku tampung lah ya.. Eh makin aku hebring, makin banyak yang ngeluh "Curang.. punya lahan.. yang gak punya lahan kayak aku mana bisa". Errr.. Baiklah sodara-sodara.. Kalo emang kalian gak punya lahan, kenapa gak berkebun di tembok aja. Iya, tembok.. tempat para jomblo curhat dan meratap. Muahahahaha

Mewujudkan Pertanian FAITH (Food Always In The Home)


Sejak pindah rumah, aku emang udah berencana untuk berkebun di pekarangan. Secara ya, rumah baruku ini halamannya luas buanget, pas banget deh buat berkebun ala-ala petani rumahan gitu.. Kebetulan juga, beberapa bulan lalu, aku nemuin artikel tentang pertanian rumahan di blognya Paman Syam. Semua orang tau lah ya.. betapa aku mengidolakan Paman yang satu ini beserta metode pertanian malasnya yang asik dan seru buat dicoba.

Waktu itu, paman nulis tentang metode pertanian FAITH, singkatan dari Food Always In The Home. Metode pertanian ini adalah ide dari para petani di Philipine. Nah, sejak paman nulis waktu itu, aku udah tertarik banget dan bercita-cita untuk punya kebun FAITH sendiri. Gimana enggak, kita menanam sayur mayur dan buah-buahan di pekarangan rumah. Jadi beneran makan hasil kebun sendiri. Duh... mingini pisyan :3