Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan

Mengarungi Selat Madura Bersama Kapal Artama

Photo by Hafidz Novalsyah

Halo! Selamat pagi dari Surabaya. Hari ini, aku akan mengajak kalian naik Kapal Artama. Salah satu wisata bahari persembahan PT Pelindo III, yang siap membawa seluruh penumpangnya mengarungi perairan Tanjung Perak, menjelajah Selat Madura, dan mencicip indahnya Suramadu dalam pesona yang lain dari biasanya. Terdengar asyik? Nanti dulu. 

Gapura Surya Nusantara, Terminal Megah di Tepi Surabaya


Kumuh. Begitulah satu-satunya kata yang aku punya tentang pelabuhan. Aku, sangat sangat anti naik kapal laut. Selain mabok laut level parah, aku juga benci banget sama kondisi pelabuhan di Indonesia. Deuh, pernah naik kapal dari Merak ke Bakauhuni, itu betul-betul pengalaman traumatis. Bau, pengap, panas, kotor, dan bikin ogah datang lagi.

Tapi, semua berubah saat aku mengunjungi Gapura Surya Nusantara. Terminal penumpang di pelabuhan Tanjung Perak. Hal pertama yang menyambutku adalah gedung megah dengan suasana nyaman dan bikin betah. Jauh, jauuuuh banget dengan wajah pelabuhan Indonesia selama ini. Untuk pertama kalinya, pelabuhan menjadi tempat yang menyenangkan untukku. Rasanya tuh, kayak masuk hotel berbintang, beuh.

Riuh Ramah Kampung Lawas Maspati


Ibu berdaster biru itu mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, matanya basah, tanda sebentar lagi akan ada yang tumpah.

"Usia saya sudah 50 tahun, dik. Tapi belum menikah.."

Aku memilih diam, membalas ceritanya dengan tersenyum.

"Tapi saya kelihatan sehat kan?"

Aku mengangguk cepat. Berusaha segera kabur dari situasi yang bikin canggung ini. Rombongan masih jauh, aku yang jalan duluan ternyata harus nyangkut di depan rumah ibu berdaster biru. Yang gak menyebutkan nama, tapi tiba-tiba curhat sambil menangis.

"Alhamdulillah.. Hidup di sini bikin sehat, dik" Balasnya lagi. Kali ini dengan mata yang setengah mengering, tapi tetap sesungukan.

"Biasanya sehat karena bahagia, bu.. Tinggal di sini bahagia ya, bu?"

Balasku berusaha akrab. Tak ada jawaban, cuma ada cubitan kecil di tangan kiriku bersambut anggukan penuh tawa. Lah? xD