Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Winda Krisnadefa. Tampilkan semua postingan

Baju Jahitan Ibu

Dear Pungky,
I may look like enjoying making fun of you whenever I had the chance. But believe me, I'm probably one of the happiest people in your life hearing about your graduation. bright future ahead!

Love,
Maktir

Tadinya, postingan ini akan berisi foto-foto ala fashion blogger salah gaul, sebagai ucapan terimakasih atas dua potong baju dari ibu. Trus semalem aku iseng buka-buka hadiah notes dari beliau, hadiah ini masih diplastik karena emang belum mau dipake. Ternyata di halaman pertama notesbooknya, ada surat cinta. Kenapa pas banget aku bacanya di malam hari ibu ya, kan jadi melow, mewek deh. Heuh..


---

Ini Mak Winda

Dengan celana jeans, kaos kedombrongan, sendal, jalan ngangkang, lengkap jilbab asal pakai, emak satu ini bener-bener mirip Mama. Lebih lagi cara ngomongnya yang susah dibedain sama klakson kopaja, Mama banget. Bedanya, Mama adalah pengrajin genteng, kesehariaannya mengolah tanah jadi atap. Kalau klakson kopaja yang satu ini, pengrajin kata. Kesehariannya mengolah kalimat jadi karangan mantap.

Anaknya dua, suaminya satu setengah. Mungkin dia kerturunan semacam wonder woman yang kurang greget ngurusin anak dua. Kurang capek. Jadilah aku, diangkat anak juga sama beliau. Sebenernya males, punya Mama satu aja bawelnya alaihim gambreng, segala-gala dicerewetin. Emak-emak banget deh. Lha ini, Mama nya jadi ada dua, dengan tingkat kecerewetan yang sebelas dua belas. Coba tolong itu Travis Barker disuruh berbaring, saya pingin pengsan.