Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label hotel. Tampilkan semua postingan

Nikmati Malam di Banjarmasin dengan Mengunjungi 6 Objek Wisata Ini

Sumber foto: arrisalah.net
Belum pernah ke Banjarmasin sih, tapi pengin banget lah! Secara Kalimantan itu salah satu destinasi impianku, walau pernah ke Pangkalan Bun, tapi rasanya belum puas kalau belum eksplorasi seluruh penjuru Borneo. Banyak pengin banget emang si pungky, tapi apa sih yang enggak mungkin? Bisa sampai ke Pangkalan Bun aja aku modalnya cuma mimpi, jadi boleh kan boleh dong kalau aku memimpikan seluruh Kalimantan juga?

Nah, di Banjarmasin, katanya nih, ada banyak keseruan yang bisa dinikmati saat malam hari. Karena apa? Karena main-main ke pasar terapung tentulah sudah mainstream, love nya nggak bakal greget di instagram. Bhahahahaha dasar traveler masa kini, yang dipikirin love doang 😂😂😂

Yuk, kita intip-intip, apa yang dinikmati saat malam hari di Banjarmasin!

Sehari di Aston Priority Simatupang, Bersamamu...



Jam 2 malam waktu itu, Jiwo terus-terusan nangis dan ngamuk. Posisi kami udah di kasur, udah siap tidur. Dia jerit, mukanya basah air mata, lari ke pintu kamar tapi karena aku kunci, dia mukul-mukul. Besoknya aku ada meeting pagi, harus bangun subuh dan jam 2 pagi masih harus nanganin anak ngamuk. Dia terus mengulang-ulang, "Jiwo mau beli es krim.. Mau liat ikan di seaworld.. Jiwo ndak mau bobo".

Di titik ini aku habis kesabaran, bukannya meluluh malah naik pitam. Aku ikut ngamuk, aku ikut nangis. Tangannya aku cengkeram kuat, matanya aku tatap tajem. Sambil berurai air mata, aku bilang dengan nada bentak, "Diem! Tidur sekarang, ibu besok harus kerja, kita harus tidur!!!".

Beneran diem. Dia naik kasur sambil susungukan tanpa suara. Trus di kasur meluk, mukanya merah, basah kuyup. Masih sambil susungukan, dia bilang, lirih, "Ibu kenapa kerja terus.. Jiwo mau main sama ibu..". Lalu tertidur dengan posisi tangan melingkar di dadaku, tempat dia bisa melintir-melintir nenen, kebiasaannya sebelum tidur. Tapi malam itu mungkin nggak berani jadi cuma peluk, naro tangannya di tempat biasanya tapi gak berani ngapa-ngapain. Itu tanda dia lagi ketakutan.

Jam 3 pagi. Aku nangis. Ya ampun, aku kerja buat siapa sih?

**

Bulan Madu di ZEN Premium Merbabu


"Kamu bulan madu tho ceritanya?"

"Enggak, cuma numpang mesra-mesraan di Malang.."

Winda dan Silvi, dua blogger Malang yang hits banget itu lho, geleng-geleng heran. Mereka yang lagi sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, terpaksa berhenti dulu demi nyantronin aku ke penginapan malam-malam. Karena ijig-ijig blogger Purwokerto yang banyak gaya ini kirim pesan digital: aku lagi di Malang.

Bhahahahahaha

Memang sengaja surprise sih, pun acara mesra-mesraan ke Malang ini sebenernya enggak begitu direncanakan. Awalnya kan aku dikasih liburan gratis ke Bali sama Zenrooms. He lah kok rasanya bosen ya sama Bali, terus aku nawar ke pihak Zenrooms buat belok aja ke Malang. Dikabulkan dan berangkatlah kami (aku dan suami) ke kota apel ini. Aku sih niatnya plesir keliling Malang, ya siapa sangka kanjeng suami membawa niat yang beda. Bikin adek buat Jiwo 😑😑😑

Menginap di Amaris Hotel Pancoran, Siapa Suruh Datang Jakarta!



Setiap ke Jakarta dan menginap di hotel, aku jadi punya kesukaan baru. Buka jendela malam-malam dan menonton pertunjukan bernama ibukota. Diam di sana, berlama-lama, dan menyaksikan banyak drama. Yang pada akhirnya mengantarku pada syukur, bahwa hingga hari ini, aku masih hidup di desa.
Tuhan maha baik.