Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Galaksi Pungky Giveaway

Puji syukur kepada Sang Maha Segala. Tuhan pemilik semesta beserta isinya. Maha cinta yang memberikan aku kesempatan untuk hidup dan terus belajar hidup sampai hari ini. Ditengah bencana gunung Kelud semalam, hari jumatku masih dipenuhi dengan cinta dan kecup dari banyak orang. Ditambah dapet hadiah smartphone, kompor gas dan eyeliner baru dari kangmas plus mug dan pin dari mamak tiri. Senangnyaa... Alhamdulillah ya Allah :’)

Nah, untuk merayakan hari kasih sayang yang jatuh hari ini. Aku mau sedikit bagi-bagi hadiah untuk temen-temen blogger. Ikutan yaaaa :D

Aturan mainnya:

1. Kamu adalah blogger. Soalnya kalau kamu facebooker, aku gak sanggup bayar stasiun tivi. Okesip.

2. Buat sebuah postingan di blog kamu tentang...... GALAKSI PUNGKY! Muahahahahahaahaha iyaa.. tentang blog aku ini. Plis.. jangan protes. Giveaway aku suka suka aku.. :))) Harus di blog kamu ya.. kalau nulisnya di blog orang, nanti kamu kena sambit. Bisa gawat.

3. Bentuk postingan adalah terserah kamu. Mau review, puisi, kata-kata mutiara, pantun, gambar, foto, kritik saran, kekagumanmu pada si owner blog (ehem) atau video mungkin? Bebas.

4. Format tulisan adalah terserah kamu juga. Mau cuma satu kalimat, satu kata, atau mau kerajinan jadi satu buku sekalian mungkin? bebas. Mau marginnya mencong kanan, mencong kiri, nyungsep depan, fontnya tegak bersambung, atau bahkan tuL1SaN Mod3l bEg!NI kalau kamu emang alay yang udah gak bisa ditolong, bebas.

5. Ketentuan follow blog, follow twitter, sharring di socmed, dan temenan sama aku di facebook adalah lagi lagi terserah kamu. Blog, twitter dan facebook aku isinya gak ada yang penting. Jadi aku rada tau diri. Mewajibkan follow blog atau twitter aku cuma bikin kamu sakit mata tiap hari bacain apaan tau. Daripada dosa, mending seikhlasnya aja dah :))

6. Ini aturan yang rada bener. Di akhir postingan, pasang banner berikut dan backlink ke postingan ini. Biar apa? Biar banyak yang ikutan. Yakali gitu bikin giveaway gak ngarep ada yang ikutan. Kan aku nya seneng kalo makin banyak yang ngepost tentang blog aku hahahahaha *teteup* 

7. Kalau udah posting, tulis di kolom komentar postingan ini: nama, link postingan kamu dan pilihan hadiah. Ini Cuma biar aku tau aja sih.. Yakali gitu kan eyke kudu nyari satu-satu lewat google atau blogwalking. Rada kasian yes, bho! Bisa bisa kelar giveaway, sayah kolaps cantik.

8. Postingan kamu aku tunggu sampai 28 february 2014. Dua minggu. Cukup kan? Kalau kurang, bikin giveaway sendiri aja yah. *buang muka* *digaplok*

9. Aturan terakhir adalah... Ya ampun, beneran masih pengen baca aturan? Rajin amat sih.. udah udah.. sono dah yak bikin postingan. Ini poin nomer sembilan cuman dekorasi :))))) 
---


Dan ini hadiah-hadiah yang udah aku siapkan. Sederhana sih, tapi akan dikirim bersama cinta yang buanyak lho.. Jadi, jangan liat hadiahnya yak. Maklum kantong mahasiswi semester banyak lagi kejar deadline. Hahahahahaha alesan.

Hadiahnya silakan pilih sendiri.. Kalo nanti satu hadiah pemenangnya dobel, dengan terpaksa diundi dan akan dapat hadiah yang lain. Boleh kok kalau mau nulis pilihan hadiahnya lebih dari satu, atau kalau mau nulis ‘Ikhlas dapet hadiah yang mana aja’, Ini lebih boleh lagi. Tapi tetep ya.. satu pemenang cuma dapet satu hadiah. Gak boleh maruk plis..

 2 buku Peri-Peri Bersayap Pelangi untuk 2 pemenang 

1 buku Srondol Gayus ke Italy dari om Hazmi Srondol (bertanda tangan penulis) 
1 buku Dunia Patah Hati dari om Nuraziz Widayanto (bertanda tangan penulis)

 
1 buku Kejutan! dari Andi Gunawan (bertanda tangan penulis) 

1 buku Macaroon Love dari Winda Krisnadefa (tanda tangan penulis diwakilkan bonus pin) 

1 kaos cowok ukuran L warna abu-abu muda dari sapulidiproject (gak sempet moto. Maafkan dirikuh.. tapi kaosnya asli bagus. Bahannya adem dan berkualitas) 
http://sapulidiproject.com/

Dan saat pengumuman nanti, akan ada 1 orang temen blogger yang aku berikan award Blogger Ter-Galaksi Pungky. Muahahahahahahahaha. Akan mendapatkan 1 mystery box berisi segambreng hadiah karena dia terlalu istimewa buat blog aku. Siapa dia? Yakali dikasih tau sekaraaaang x)

Jurinya? Ada tiga.. Aku, Kangmas dan Mak Tiri. Kalau mereka bilang gak mau jadi juri, didengerin aja yes gak usah digubris. Karena aku emang belom bilang. Hahahahaha tapi yakin banget mereka mau. Mereka kan sayang sama akunya gak terbatas. Ihiks :,)

Udah kan yak? Postingan giveaway gini doang kan yak? Kalau ada yang kurang, kasih tau ya.. gak bakat bikin giveaway nih. *senyum tersipu* *sipu ijuk*


Purwokerto, 24 tahun penuh cinta dan abu vulkanik, 2014

Gak ikutan gak temenan yaaaa.. maksa nih maksaaaa :)))

Berhenti Tidak Peduli

Tau One Billion Rising? Sebuah gerakan international untuk perubahan besar lewat berkumpul dan menari bersama. Menari bersama ini dilaksanakan serentak seluruh dunia di hari kasih sayang. Iya, besok. 14 February yang kata orang hari merah jambu alias Valentine. Semua orang boleh ikut berkumpul dan menari di tempat-tempat yang telah ditentukan. Menari inilah aksi utamanya. Bergerak! Bangkit menyuarakan apa-apa yang selama ini seperti dibisukan. Di Indonesia sendiri, ada One Billion Rising Indonesia. Sudah bergerak sejak tahun lalu di berbagai kota di Indonesia.

Tahun ini, One Billion Rising (OBR) Indonesia menyerukan sebuah keadilan revolusioner. Mengangkat perlawanan atas kekerasan terhadap perempuan. Mengajak kepada semua orang untuk berhenti bersikap tidak peduli. Rising for Justice.

Sejak taun lalu, aku selalu pingin ikut njoget bareng OBR. Ikut bangkit dan bergerak. Tapi sayang, di kotaku, belum kesentuhan gerakan OBR ini. Mau ikut yang di Jakarta atau Yogya tapi jauh.. Rasanya bukan pilihan bijak kalau aku mutusin ke luar kota cuma demi ini. Banyak hal lebih penting yang gak bisa dikorbankan.

Makanya, aku memilih untuk ikut bergerak dengan cara lain. Kebetulan OBR Indonesia menerima partisipasi dalam bentuk karya. Apapun bentuknya. Yes, aku ambil bagian! Taun lalu, aku bikin poster tentang tarian perlawanan atas kekerasan seksual. Taun ini, mengikuti tema yang ada, aku menyumbang dua poster tentang ajakan untuk berhenti tidak peduli terhadap kekerasan pada perempuan. Ihiy!


Kamu mau ikut nari bareng? Cek webnya dan pilih tempat terdekat dengan kamu. Menarilah dan jangan lupa eksyen trus pamer di blog! Hokesip.

Purwokerto, besok ulang taun, 2014

Cewek yang di poster ke dua itu, temen satu kosan aku dulu. Entah kenapa dia mau-maunya disuruh pose tersiksa begitu trus difoto. Mungkin itulah cara dia bergerak, lewat jadi model poster kekerasan :)))

Inilah Tulisan yang Menjebloskan Aku ke 50 Finalis Srikandi Blogger 2014




Masuk ke 50 besar finalis Srikandi Blogger 2014, buat aku, adalah sebuah kejutan yang....... eh sumpah ini juri gak salah nulis nama? Bho.. tau sendiri kan blog aku? Isinya cuma curhat dan curhat terselubung. Hahahaha. Dan emang awalnya aku sama sekali gak tertarik ikutan, udah tau ngirim cv aja pasti ditolak. Emailnya panitia udah punya 'alarm apa banget', kalo email dari pungky masup, tolaaaak! Saking apa bangetnya x))

Tapi, si Mak Tiri yang rewelnya gak kekontrol itu maksa aku buat ikutan (lagi lagi doi -_-). Semingguuuu doooong sosial media aku isinya kerusuhan dari beliau ini supaya aku daftar. Yasudyah, demi menyudahi kerewelan mamak gaoel satu itu, siapa tau hoki, daftarlah aku. Tahap awal untuk mendaftar dalam ajang bergengsi Srikandi Blogger 2014 adalah mengirim tulisan maksimal dua halaman tentang diri sendiri. 

Dan inilah tulisanku, dua halaman narsis yang berhasil membawa perempuan-mandi-dua-hari-sekali-tapi-kece ini ke 50 finalis Srikandi Blogger 2014. Ngok :))
 
Foto ini ikut di kirim ke juri lho.. Padahal peserta lain cuma kirim tulisan tanpa foto. Gak mau banget gak eksis :))




Bekerja, berkarya, bercita-cita dan menjadi mama di waktu yang sama, adalah saya. Saya percaya, dua puluh empat jam sehari terlalu cukup untuk melakukan banyak yang hal yang mau dan bisa saya lakukan. 


Saya bekerja, saya adalah seorang content writer dan social media specialist sebuah perusahaan kecantikan. Setiap hari, saya berhadapan dengan ribuan followers dan fans yang memanggil saya ‘Mimin’. Makmin.. mari kita tos! Tos! Saya berkarya, dengan menulis, menulis dan terus menulis. Saya bercita-cita, sekarang ini saya sedang stres setengah mati karena harus tandem satu lawan satu sama skripsi. Kalau Tuhan mengijinkan, Maret 2014 saya adalah sarjana ilmu komunikasi. Doakan, ya! Dan yang paling luar biasa, saya adalah seorang Mama. Bukan dari pernikahan selayaknya orang lain memang. Tapi, saya bersyukur, karena hari ini, saya adalah istri dari seorang suami hebat dan ibu dari seorang bayi jagoan. Tuhan memberikan jalan untuk saya dan keluarga kecil yang saya punya, berproses merakit kesalahan, menjadi sebuah syukur dan hidup yang luar biasa luar biasa.

Nama saya Pungky Febriyani, perempuan 23 tahun dengan nama pena Pungky Prayitno. Saya adalah seorang blogger yang gayanya lebih banyak dari prestasinya. Keren, ya? :))

Perjalanan ngeblog saya dimulai dari sebuah akun di multiply.com enam tahun yang lalu. Saat itu, saya adalah seorang junker forum online yang haus gaya dan popularitas. Tiba-tiba, semua orang di forum riuh dengan tren ‘main multiply’, tentu saya tidak mau ketinggalan. Saya tidak menyadari kalau yang saya lakukan waktu itu mulai menapak aktivitas ngeblog dan membuat saya terjebak di dunia blog sampai sekarang. Saya hanya tau, saya punya diary online yang tidak semua anak SMA pada jaman itu bisa punya, dan itu keren. Maka saya menulis apa saja hampir setiap hari supaya semakin keren. Namanya juga anak SMA. Perempuan lagi. Buku diary (apalagi online) adalah barang gaya wajib punya.

Di usia 17 tahun saat itu, pertama kalinya saya mengikuti kompetisi blog. Sebuah kompetisi dengan tajuk Laurier Teen Blog Competition yang mengangkat tema reproduksi remaja. Tulisan saya tentang seks bebas dan tanggung jawab berjudul ‘Pembunuhan Paling Keji Bernama Aborsi’ menyabet posisi runner up. Saya ingat dan hafal betul kompetisi ini, kemenangan pertama kali saya di dunia blogging. Sayang, ‘takut ketawan pernah alay’ membuat saya nekat menghapus akun multiply saya dan segala jejaknya. Buku harian seorang Pungky remaja, sudah ditelan tempat sampah digital.

Kehilangan buku diary membuat saya lapar dengan halaman tulis baru. Sebuah web citizen journalism bernama Kompasiana sukses bikin saya nyantol dan menemukan diary baru dengan alamat: kompasiana.com/pungky. Saya sudah mahasiswa saat itu. Tulisan saya di Kompasiana bukan lagi diary remaja puber haus popularitas, melainkan diary mahasiswi kuper haus pengakuan. Hahahaha

Tahun 2010, saya membuka akun di blogspot.com. Akun yang ini bertahan hingga sekarang. Sampai detik ini, saya merawat dan menjadi ibu bagi tiga blog yang lucu-lucu dan imut-imut. Pertama, blog pribadi saya dengan alamat galaksipungky.blogspot.com. Sebuah galaksi. Semesta kecil tempat saya menjadi apa saja. Ruang pameran tempat saya menunjukan bahwa saya ada dan saya berkarya. Narsis, ya? Hahaha kalau gak narsis, bukan Pungky namanya. Blog lain beralamat arkadievichpramukti.blogspot.com, surga tempat saya mencatat perkembangan dan keseharian malaikat kesayangan. Blog terakhir adalah periperibersayappelangi.blogspot.com. Sebuah taman dengan langit luas mahaindah, tempat buku dongeng pertama saya, menceritakan perjalanan terbangnya.

Menulis, menulis dan menulis. Seperti belum kenyang dengan pekerjaan content writer dan keseharian merawat tiga blog. Sebulan sekali, saya menulis untuk blog keroyokan penulis-penulis muda yang mengaku antimainstream di kumpulanspasi.wordpress.com. Dulu, kami bernama Anggurmerah, tapi karena banyak yang insaf dan berhenti mabuk-mabukan, sekarang namanya diganti menjadi Spasi. Hahahaha penting banget.

Tapi sayang, sudah hampir satu tahun seluruh blog saya jalannya terseok. Serangan pasca persalinan mengerikan bernama Post Natal Depression benar-benar menyita energi yang saya punya. Serangan ini bertahan di tubuh saya sampai detik ini. Iya, detik saya menulis dua halaman narsis ini. Saya berusaha tidak menyerah, bersama tekanan depresi yang demikian dahsyat, saya terus menggerakan kaki supaya tetap melangkah. Tetap Hidup. Tetap bekerja, berkarya, bercita-cita dan menjadi Mama bagi sang malaikat surga. Walaupun sesekali semesta saya harus pasrah disita jerit jerit atau menangis susungukan di kolong kasur. Saya berusaha tetap melangkah. 

Soal serangannya pernah saya tulis, di sini http://theurbanmama.com/articles/melawan-post-natal-depression.html. Siapa tau Makmin atau MakPan kepo :))

Terakhir, saya mau protes sama MakPan. Kenapa maksimal dua halaman sih? Narsis saya jadi gak maksimal nih. Sedih ah :(


Purwokerto, 3 hari menuju 24 tahun, February 2014 

Yak, begitulah tulisan yang aku kirim. Iya, sama.. aku juga masih mikir. Ini juri yang lagi sakit mata, atau panitia yang salah nulis nama sih sampe aku nyangkut 50 besar? Apa dua-duanya yak. hahaha Entahlah.. disyukuri ajijah cyin.. mumpung mumpung.. bisa numpang eksis sekaligus eksyen :))

Main ke Pabrik Bulu Mata Syahrini

Siapa yang gak kenal sama Syahrini? Penyanyi perempuan Indonesia yang terkenal dengan kalimat-kalimat fenomenal dan bikin ngakak. Syahrini yang cetar membahana ini, nempel banget sama bulu matanya. Kalau orang inget Syahrini, pasti inget bulu mata yang tebelnya ngalah-ngalahin kamus. Kecuali kalau you orang kupernya diatas rata-rata normal, gak tau Syahrini dan bulu matanya itu (dengan terpaksa) dimaafkan.

Nah, belum lama ini, aku dapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik tempat dimana bulu mata Syahrini diproduksi. Dulu, aku selalu menganggap bulu mata Syahrini itu lebay bin apa banget, sekarang, aku berani bilang kalau bulu mata Syahrini itu WOW! :))

Bulu mata Syahrini yang cetar membahana itu diproduksi di sebuah pabrik besar di Purbalingga, Jawa Tengah. Plis.. ada google map kan? Gak usah ngerepotin aku yes dengan nanya Purbalingga itu sebelah mananya Afrika Selatan. Care sendere!


Dulu (lagi), aku kira (lagi), yang namanya bulu mata itu diproduksi oleh mesin. Jadi rambut, dikuwel-kuwel ama mesin, dijejerin mesin, trus diguntingin mesin, jadi deh bulu mata. Ternyata, yang mesin mesin begini gak berlaku untuk bulu mata Syahrini. Karena bulu mata Syahrini (dan semua bulu mata yang diproduksi pabrik besar ini), dibuat dengan tangan. Iya, DENGAN TANGAN. Satu-satunya mesin adalah pemanggang untuk memasak si bulu mata supaya bentuknya bagus dan steril. Sisanya, TANGAN! Eh sama mobil deng. Yakali gitu kan distribusi bulu mata jalan kaki. Gak lucu nanti..

Dan satu hal lagi yang bikin bulu mata Syahrini itu WOW pake kapital. Rambut yang digunakan adalah rambut asli manusia! Yes, cyin.. bukan sintetis bukan sulap bukan sihir. Rambut asli manusia yang sudah melalui proses pemilihan dan sterilisasi. Katanya sih dimasak dulu gitu.. gak ngerti deh ye. Pokoknya mah rambut asli steril, gitu. Soal asalnya, aku gak sempet kepo. Setauku sih dari salon gitu.. yang jelas bukan rambut mayat yes.. kalo rambut mayat mah gueh juga horor makenya. Dan bukan rambut ketek juga.. apalagi rambut daerah terlarang. Hahahaha bukan bangeeeet!

Proses pembuatan awalnya adalah dengan menenun helai demi helai si rambut yang telah steril tadi. Iya cuy, HELAI DEMI HELAI. Setiap satu biji bulu mata, itu bisa memakan ratusan helai rambut. Ya bayangin aja deh sendiri, merangkai helai demi helai ratusan helai rambut. Aku sih mending pura-pura pengsan :))

Setelah itu, rambut yang selesai ditenun dilanjutkan ke proses-proses lain yang aku lupa urutannya. Muahahahaha. Pokoknya, tuh calon bulu mata dipanggang, diukur, diguntingin satu-satu, dibentuk, trus baru kemudian di kemas. Nah, yang bikin aku mangap bin takjub adalah proses ukur dan guntingnya. Bayangin cobaaa, itu bulu mata segede iprit begitu diukur manual pake penggaris. Pengen nangis banget liatnyaaaa T.T

Dan proses yang paling WE O WE adalah proses pembentukan bulu matanya. Prosesnya itu digunting. DIGUNTING! Bukan.. bukan digunting kres kres sekali banyak gitu, tapi HELAI DEMI HELAI PAKE GUNTING. Dan bulu mata kan modelnya beda-beda yes, jadi para penggunting itu di otaknya semacam ada template gitu buat ngeguntingin bulu mata. Bhoooo... liat proses yang ini, rasanya tangan gatel banget, pengen ambil guntingnya trus potong semuanya saking gemesnya liat tu rambut diguntingin helai demi helai gitu >.<

 

Kalau pabrik lain menyebut pekerjanya dengan buruh, kalau pabrik ini enggak. Para pembuat bulu mata biasa disebut dengan seniman. Iya, seniman bulu mata. Karena gak semua orang bisa dan sanggup lahir batin membuat bulu mata kalau prosesnya begitu modelnya. Pabrik ini sehari bisa menghasilkan 100.000 pasang bulu mata lhooo... Semuanya diproses secara handmade alias pakai tangan doang. *brb pingsan takjub*

Kerennya lagi, pabrik tempat bulu mata Syahrini dibuat, sudah berstandar International. Jadi, setiap tahap produksi diawasi oleh tim Quality Control. Tim inilah yang mengawasi, memelototi dan memasang tampang "ayo luh bikin yang bener!" setiap tahap produksi. Aku sih ya, disuruh guntingin bulu mata helai demi helai sambil dipelototin orang seharian begitu, mending ngajak berantem! Muahahaha. Jadi, walaupun dibuat dengan tanpa mesin sama sekali, bulu mata Syahrini bisa dipastikan memiliki kualitas te o pe be ge te. Yaiyalah, salah potong satu dua helai aja, bulu mata dianggap gagal dan.... dibuang :| *pungutin*


Mau coba pakai bulu mata Syahrini? Dijual bebas lho.. Kemarin waktu aku kepo, di fanpage-nya ada katalog lengkap beserta harganya. Untuk sepasang bulu mata Syahrini, dibandrol harga 50.000 rupiah. Iyak, goban.. Mahal banget yes? Mahal kalau cuma liat itu sebagai bulu mata Syahrini, tapi jadi murah kalau tau prosesnya yang wow dan istimewa banget. Tertarik beli dan coba? Aku pernah lho.. nyoba pakai bulu mata Syahrini yang Cendrawasih. Hasilnya? Kayak bencong mau mangkal. Muahahahahaha. Heran banget, kalo Syahrini yang pake mah cakep yak, giliran aku jadi kayak bencyeeeng T.T


 
 

Purwokerto, 6 hari menjelang ulang tahun, 2014

Eh tapi fanpage nya rekomen lho buat para banci kuis. Sering banget doi ngadain quiz berhadiah bulu mata. Ya lumayan kan bulu mata gretong.. hahahaha *digampar bulu mata*

Ibu Rumah Tangga Serba Internet




Menjadi mama di usia 21 tahun, sebuah kalimat yang sering mengganggu telingaku adalah “Anak-anak kok punya anak”. Hahahaha cuma bisa ketawa elegan sambil melambaikan tangan ala Miss Purwokerto. Sorry to say yes, Nyinyiers.. Telingaku sudah kebal dengan nyinyiran yang satu itu. Hatiku, jangan ditanya.. Ibarat tinju, hatiku ini samsaknya Chris John. Kuat dan tahan pukul.

Sampai hari ini, gak tau kenapa, satu jagat raya meragukan aku menjadi mama. Hidup berdua dengan suami dan jauh dari orang tua, harus mengurus anak sambil kuliah dan kerja, usia masih muda, mana bisa? Hah! Aku selalu pingin ngakak dan balik bertanya, apa yang gak bisa dilakukan perempuan dijaman serba internet? Jangankan menjadi ibu rumah tangga, menjadi ibu rumah tangga sekaligus finalis Srikandi Blogger pun aku bisa. Hahahaha

Aku dan internet adalah sahabat baik setiap hari. Bekerja, nyekripsi, meladeni tumpukan tugas kuliah, mengurus anak, bahkan tandem dengan suami, kami lalui bersama. Segala ilmu soal anak, pengetahuan berumah tangga, bahan skripsi, kamasutra, bahkan bagaimana menghilangkan noda hitam di pantat panci, aku dapat dari internet. Dan kalian tau apa yang paling aku andalkan dari internet? Yes, blogger! Para pembagi yang selalu menyediakan segala ilmu dengan tanpa biaya. Gratis! Modalnya cuma dua K: klik dan kepo!

Ditambah sekarang ada Kumpulan Emak Blogger, rombongan perempuan kelewat baik yang segitu ikhlasnya menulis dan membagi banyak hal kepada jutaan orang. Sekolah mana yang mengajari trik membersihkan lantai dengan cuka? Buku mana yang memberikan ilmu tentang menjadi mama-siap tidak siap? Kelas parenting mana yang menjelaskan bagaimana sebaiknya membuang diapers jika ditabrakan dengan mitos suluten? Salon kecantikan mana yang rutin membahas perbedaan kosmetik A, B, C, dengan cuma-cuma? Chef mana yang tanpa dibayar, mau membagi ribuan resep kepada jutaan orang tak dikenal?

Mereka, Emak-Emak Blogger, membagi semuanya dengan sukarela. Setiap hari. Setiap pembacanya membutuhkan.

Dimana ada ilmu merawat anak dari masih janin sampai balita? Di blognya Mak Isnuansa. Dimana ada tutorial jadi cantik setiap hari kayak Katty Perry minimal Syahrini? Di blognya Mak Vindy. Dimana ada pelajaran soal mengatur uang bulanan? Di blognya Mak Hagemaru. Dimana ada tips lengkap merawat dengan baik hewan peliharaan? Di blognya Mak Sary. Dimana ada trik jitu bikin tampilan blog jadi gak burek burek amat? Di blognya Mak Shinta. Dimana ada peta puluhan destinasi dalam dan luar negeri? Di blognya Mak Indah. Dimana ada kelas fiksi tanpa biaya sama sekali? Di blognya Mak Carra. Dimana ada tutorial jadi seleb kopdar? Di blognya Mak Gaoel.

See? Dengan tetap di rumah, sambil mengurus anak, menata bahtera rumah tangga, duel sama skripsi, aku tetap bisa mendapatkan banyak pelajaran dan melakukan banyak hal. Berkarya sebanyak-banyaknya karena di internet, apalagi dunia blog, bertebaran guru sebenar-benar tanpa tanda jasa. Menjadi ibu rumah tangga di usia muda tanpa pengalaman apa-apa? Ah, kalau ada internet apalagi blogger, aku gak pernah khawatir.

Purwokerto, tengah malam di akhir Januari, 2014

Aku bisa dan sudah membuktikannya. Sekarang, usiaku dua puluh tiga, sudah dua tahun anak-anak punya anak ini menjadi ibu rumah tangga,

dan keluarga kecilku tetap baik-baik saja :)




Petualangan Finansial Pekerja Seks Komersial

Menjadi perempuan pekerja seks, seringkali dianggap pekerjaan yang mudah dan cepat menghasilkan uang secara instan oleh banyak orang. Seorang perempuan pekerja seks, akan mendapatkan banyak uang hanya dengan bermodalkan tubuh mereka. Banyak orang yang tidak tau, betapa menjadi perempuan pekerja seks adalah tidak mudah. Tidak asal bertubuh seksi dan mau ditiduri.

Malam itu, aku berkunjung ke kost salah satu wanita pekerja seks tidak langsung di Baturraden. Dia seorang pemandu lagu di sebuah tempat karaoke terkenal di Purwokerto. Tentu saja, bukan sekedar pemandu lagu. Pemandu lagu kawasan portisusi jelas memiliki pekerjaan ‘tambahan'.

Dia bercerita panjang lebar kepadaku tentang pekerjaan dan penghasilannya. Dalam dua minggu, tempat karaoke dimana dia bekerja membayarnya sampai di angka dua juta tujuh ratus ribu rupiah. Aku sempat ternganga. Berarti dalam sebulan, perempuan ini dapat menghasilkan uang sebanyak lima juta rupiah lebih hanya dengan menemani tamunya karaokean. Lalu aku bertanya, dihabiskan untuk apa saja uang sebanyak itu hanya untuk hidup satu orang?


Dan dimulailah sebuah petualangan finansial seorang perempuan pekerja seks yang belum pernah aku dengar. Gajinya memang banyak. Lima juta rupiah lebih untuk satu bulan. Namun hidupnya menuntut uang yang lebih banyak. Beberapa rupiah dari uangnya akan ia kirim untuk keluarganya di kampung setiap bulan. Sisanya untuk keperluan hidupnya seperti makan dan lain-lain. Aku masih berpikir. Tentu saja sisanya masih sangat banyak. Biaya hidup di purwokerto tidak akan sampai berjuta-juta untuk satu bulan dan hanya satu orang. 

Tenyata tidak berhenti sampai di situ.

Dia bercerita, setiap bulannya, dia dituntut untuk membeli gaun dan sepatu baru demi pekerjaannya. Belum lagi make-up, perawatan tubuh dan tetek bengeknya. Persaingan menjadi primadona di tempat karaoke menuntut dia harus selalu tampil menarik dan tidak membosankan. Baiklah. Keperluan yang menurut aku tidak penting ini tidak murah. Namun apa mau dikata, pekerjaan menuntutnya demikian. Tampil menarik dan tidak membosankan adalah senjata para pemandu lagu agar tetap dilirik tamu. Mesin penghasil uangnya.

Dia berhenti cerita. Mengambil ponselnya dan sibuk berkirim pesan dengan entah siapa. Sampai tiba-tiba dia mengarah padaku dan berbicara “Pulangnya nanti aja ya.. Aku gak kerja malem ini. Udah ijin”. Kontan aku bertanya “Emangnya gak apa-apa?”. Dan dia menjawab, bahwa ditempatnya bekerja, bolos kerja semalam adalah empat ratus ribu rupiah. Setiap pemandu lagu yang tidak masuk kerja, harus mengganti rugi kepada tempat karaoke sebesar empat ratus ribu rupiah per malam. Bukan angka yang kecil untuk sekedar tidak masuk kerja satu kali. 

“Nanti dipotong gaji. Tiap gak masuk empat ratus ribu” tambahnya. 

Kepalaku menghitung lagi. Baiklah, gaji lima juta sebulan akan terpotong empat ratus ribu setiap tidak masuk kerja.

Kami melanjutkan obrolan. Aku penasaran, bagaimana kalau ada pemandu lagu yang sakit? Apakah hal yang di luar kuasa manusia tetap harus diuangkan sebegitu besar? Kemudian dia menjelaskan, bahwa dengan surat dokter, maka akan diberikan ijin tidak bekerja selama tiga hari. Dengan kata lain, surat dokter hanya berlaku tiga hari. Apapun sakitnya. Selebihnya empat ratus ribu rupiah lagi per malam.

Sambil kami bercerita, seorang temanku menanyakan tentang biaya kamar kost yang ia tempati. Harga sewanya empat ratus ribu rupiah per bulan. Dan ternyata itu tidak ia bayar dengan uangnya, melainkan ditanggung oleh seorang laki-laki yang menjadikannya simpanan. “Kalau harus bayar kamar kost juga, ya gaji aku mana cukup..”, dia menambahkan. 

Lalu aku berpikir, berarti lima juta untuk satu bulan adalah banyak. Namun kebutuhan hidup seperti makan dan lain lain, keperluan kecantikan demi tampil menarik, kirim uang ke kampung, biaya ganti rugi kalau tidak masuk. Jika semuanya sudah dijadikan rincian pengeluaran, berarti lima juta untuk satu orang selama satu bulan adalah... pas.

Aku kemudian berpikir lebih jauh. Bagaimana nasib para perempuan pekerja seks lain yang hidupnya tidak seberuntung perempuan ini? Mereka yang penghasilannya sebulan tidak seberapa, yang hanya mampu mangkal di pinggir jalan karena tidak ada modal ini itu untuk menjajakan diri di tempat-tempat portitusi bergengsi, yang tetap harus tampil cantik dan menarik, yang harus menyisihkan uangnya untuk keluarga di kampung. Mereka yang juga butuh uang untuk makan, untuk tinggal, untuk hidup.

Banyak orang yang mengira, bahwa menjadi seorang perempuan pekerja seks adalah pekerjaan yang sangat berlimpah uang. Hanya menjual tubuh seksi lalu dibayar tinggi. Bisa menjadi kaya hanya dengan sekali dua kali menduri pria. Namun kenyataannya tidak demikian. 


Purwokerto, 28 Januari 2014


Hidup tetap berlaku adil dan rata pada siapa-siapa. termasuk pada perempuan-perempuan yang menjajakan tubuhnya.