Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Menikmati Fasilitas Tiger Connect dari Tiger Air


Saat ke Phuket, kami memang transit di Changi selama beberapa jam, tapi sama sekali nggak perlu ngurusin bagasi. Jadi, Tiger Air punya fasilitas namanya Tiger Connect, transfer bagasi tanpa perlu diambil dulu. Menurut webnya sih, kami harus mengurus Tiger Connect ini di konter Tiger Air Changi sebagai bandara transit.  Prosesnya cepet, setelah diurus kami bisa menikmati transit tanpa harus geret-geret koper.

Kata webnya sih gitu ya, tapi ternyata saat check in pertama di Soeta, petugas menanyakan apakah koper dibutuhkan di Changi atau enggak. Kalau enggak, akan langsung diterbangkan ke Phuket, jadi kami gak perlu urus apa-apa lagi di Changi. Yaudah kami memilih langsung diambil di Phuket aja, supaya di Changi cuma geret-geret koperku aja, koper bagongnya Ifa enggak usah. Selfie ala cabe-cabean pun bisa lebih maksimal. Yay!

Pengalaman Naik Tiger Air, Lho Kok Aman dan Menyenangkan?


Waktu travel agent ngasih tau kalau aku bakal ke Phuket naik Tiger Air, aku langsung googling banyak-banyak. Soalnya ini pertama kalinya denger nama Tiger Air. Tadaaaa! yang keluar di google sederet berita buruk tentang pesawat jatuh, tergelincir, dibekukan, sampai tulisan gede-gede yang mengingatkan jangan mau naik Tiger Mandala Air! Hahahahahasyem. Larangan itu adalah judul dari cerita seorang penumpang Tiger Air tentang kopernya yang 'ditinggal' sama petugas di Indonesia, padahal dianya sudah sampai Kuala Lumpur.

Hahahahahahahajelaslahakupanik. Maksud hati mau lihat fasilitas dan kenyamanan Tiger Air, apa daya yang ada malahan berita-berita pesawat kecelakaan. Nasibmu, Pev..

Menjelang keberangkatan, aku banyak doa-doa. Malahan sempet ngasih pesan-pesan terakhir ke anak dan suami kalau-kalau aku pesawat jatuh dan aku gak pulang. Seriuuus, soalnya belum lama dari itu juga ada kecelakaan pesawat yang di Kalimantan itu lho. Trus juga berita buruk tentang tragedi bom di Bangkok, which is masih Thailand. Hamsyong.. Kepalaku langsung muter mendaki gunung lewati lembah. Pertanda buruk? 

Review: Lime Crime Velvetines Wicked, Pantes Aja Harganya Selangit!


"Buset, lo beli lipstick harga 400ribu? Itu kalo dipake makan bakso, bisa ampe kelenger!"

Begitu sekalimat yang keluar dari mulutku waktu ada temen pamer kalo dia baru aja beli Lime Crime. Gila aja, masa gincu sebiji doang harganya hampir setengah juta? Sebagai pengguna setia lipstick bagus 14ribuan, aku merasa temen aku itu satu tingkat di atas lebay. Udah mana dia jomblo kan, bibir setengah juta mau buat ciuman sama tembok? Mubazir bener..

Tapi namanya juga perempuan, gimanapun ya aku akhirnya penasaran juga sama tuh gincu. Hahahahaha Setahun setelah peristiwa makan bakso sampe kelenger itu, nasib baik memberiku satu buah Lime Crime seri Velvetines langsung dari New York! Dikasih gitu aja sama tante Indah Nuria, gratis. Muihihihi Alhamdulillah.. Rejeki gadis solehah :)

Gadis wasaidis.

Pengalaman Mengecat Rambut Pertama Kali


Merhatiin gak foto aku di review Lime Crime kemaren? Gak banget ya rambutnya :(
Udahlah warnanya kusam, jigrag-jigrag kek orang gak kenal sisir, kering pula.. Duh, dengan kulit gelap begini, dipadu rambut begitu yo makin aja aku kayak lap dapur lupa dicuci. Kucelnya udah darurat :(

Akhirnya aku berniat mencoba berbagai cara supaya rambutku kembali berkilau, lembut dan gampang diatur. Goal-nya itu, kayak ciwi-ciwi iklan shampo lah pokoknya! Harus kayak begitu, harus. Tapi balik lagi, selain kebelet hits, aku orangnya juga pemalas kelas berat. Jadi perawatan yang bikin rambut berkilau kayak kemiri, lidah buaya, teh basi dan teman-temannya, aku skip semua. Kelamaan breh, keburu pudar popularitas guweh! Muahahahaha

Menjadi Ibu Rumah Tangga, dan Tetap Keren


Dulu, awal-awal nikah, selalu ada ketakutan kalau aku harus mengikat kakiku di rumah. Tujuan bangun tidur cuma untuk cuci piring, masak, urus anak, jemur baju, nyapu, ngepel dan bersihin pup si kecil. Dari pagi sampai pagi lagi cuma ada anak, rumah berantakan, cucian numpuk, setrikaan menggunung, dan suami yang pulangnya malam.

Hari-hari pertama menjadi istri, aku diteror ketakutan gak bisa menikmati hidup sebagai perempuan muda. Rasanya sia-sia mengejar sarjana kalau ujung-ujungnya cuma di rumah dan jadi ibu-ibu. Rasanya usia 21 tahunku waktu itu gak ada seru-serunya. Entah gimana caranya aku bisa tetap main sama temen-temen, pergi yang jauh, menulis dan berkarya, atau sesederhana duduk ngakak-ngakak di kantin kampus sedangkan aku adalah ibu rumah tangga. 

Review: ZOYA Comestics, Nyaman Banget di Kulit!

ZOYA ADA KOSMETIKNYA? Baru tau ya? Hahahahahahahahahahahaha sama.

Iya, betul.. Zoya Cosmetics ini memang satu atap dengan perusahaan baju muslim itu. Zoya melebarkan sayap dengan produk kosmetik yang tentunya halal dan sesuai dengan kulit wanita Indonesia. Sangat ramah muslimah, karena banyak produknya yang punya hasil natural namun tetap memberikan kesan cantik untuk kulit terutama wajah. Kerennya, si Zoya ini gak cuma punya kosmetik, tapi juga skin care dan lengkap kap! Dari mulai facial set series, acne series, sampai natural white series.

Sekarang, aku mau review CC cream, Blotting Powder, dan Ultramatte Lipsticknya. Yuk cekidotcus!