Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Bermain di Kampung Sri Rahayu


Lihat anak yang berdiri di tengah pakai baju merah, namanya Serli, dia adalah anak yang aku ceritain di postingan ini. Masih inget? :D

Akhirnya, dengan ijin dan kuasa Tuhan yang maha segala, aku dan beberapa teman berhasil juga ngadain acara bermain di Kampung Rahayu. Acaranya diadakan minggu, 4 Mei 2014 kemaren. Walaupun sederhana, tapi serunya jangan ditanya! Minggu pagi kami full dengan ketawa, bercanda dan cengengesan. Bikin pengen ke sana lagi, lagi dan lagi :D

Aku udah bilang sejak awal, ini bukan acara serius. Murni cuma ngajak anak-anak di kampung Rahayu ini main-main. Mengajak mereka ngerasain kalau yang namanya bermain itu asyik bianget! Kami bernyanyi, bercerita, senam, joget, games berhadiah, mendengarkan dongeng, sampai unjuk kebolehan masing-masing. Wah wah.. gak nyangka, ternyata mereka pinter-pinter dan berbakat. Ada yang jago nyanyi, ada yang pinter joget, ada yang ngelotok soal hafalan Al-Quran, ada juga yang bakatnya bikin temen-temennya ketawa. Hari minggu kami. indah! :D


Ada yang menarik dari acara ini yang bikin aku takjub sekaligus ngakak. Waktu kami mengadakan permainan sentuhan (mengajarkan anak-anak soal bahaya pelecehan seksual dan bagaimana mencegahnya), saat kami bilang, "kalau ada yang pegang kepala, adek-adek bilang apa?", mereka kompak teriak "terima kasiiih...". Trus kami tanya lagi, "kalau ada yang pegang bokong?", tau mereka jawab apa? dengan kompaknya mereka teriak "Kepreeeett!" "Diteriakin kepret?" "Enggak... gak usah teriak kak, langsung kepret aja!!!". Muahahahahaha aku kontan ngakak ditempat. Ngakak sambil takjub karena ternyata mereka, walaupun banyak yang hari-harinya abis di jalanan, tapi ngerti bagaimana menjaga dirinya. 

Akhirnya, sekarang kepret jadi tren baru di Kampung Rahayu. Mereka menyerap dan mengulang pelajaran soal sentuhan baik, sentuhan jahat dan bagaimana harus bertindak dalam keseharian. Katanya, mereka sering mengulang-ulang soal bokong dan kepret ini kalau lagi main. Jadi, jangan berani macem-macem sama anak-anak itu, mereka punya dua pilihan dalam menindak orang jahat, kepret atau lari trus manggil tukang kepret (seorang Mamah, yang disegani di kampung). Tepuk tangan dong untuk adik-adik pintarku ^_^

Di postingan lalu, aku sempat membuka donasi dan mempersilakan siapapun yang mau menyumbangkan apapun untuk mereka. Bukan dalam misi mengajarkan mereka dikasih dan dikasihani, sama sekali bukan. Tapi lebih pada memperbanyak koleksi buku cerita anak di perpus mini di kampung mereka. Makanya, kami gak terima sumbangan kebanyakan. Karena kami di sana memang mau bermain, bukan bagi-bagi sumbangan :)

Tapi, Tuhan emang maha kaya ya.. Dia selalu tau anak-anak itu butuh apa. Kesempatan donasi yang aku buka, kebanjiran malaikat. Yang donasi, buanyaaaak! Padahal, di postingan lalu, aku sengaja gak kasih foto gambaran kampung atau anak-anaknya. Karena memang aku gak pengen menjual kasihan. Aku membuka kesempatan untuk para dermawan berbagi buku cerita dan kebahagiaan buat anak-anak di sana. Laporan keuangan dan sumbangan barang, di postingan selanjutnya ya.. di sini aku cuma mau bilang makasih banyak. Makasih buat para donatur baik hati.. makasih udah bikin atmku gemuk dan bikin tanganku merah karena belanja buku cerita puluhan biji. Muahahahahaha *pamer tanda pamrih* *malaikat cari apusan* :))

Oiya, acara ini akan berlanjut lho.. kami masih akan berusaha menyentuh banyak anak-anak Indonesia dalam misi menjauhkan mereka dari pengaruh buruk televisi dan internet dan pergaulan nyeleneh dan lain lain yang kalau dijabarin, buanyak! Anak-anak itu bermain, bermain dan bermain. Bukan seharian melototin facebook atau mantengin goyang oplosan. Tapi, tentu capek yaa kalau bergerak cuma dengan segelintir orang. Jadi, kamu pasti akan terlibat! Iya, kamu, yang lagi baca postingan ini. Ting! Tunggu info selanjutnya ;)


Purwokerto, sambil denger Pentatonix lagu baru, Mei 2014

Dokumentasi lengkapnya di video ini ya.. Semoga berkah dan bermanfaat ^_^

19 komentar

  1. wah...kereen..boleh ditiru juga ide mak pungky ini..

    BalasHapus
  2. Aku ntar kalau sudah kuwayaaa duikke huweookeh, mau beli tanah trus aku bersihin semua dari tanaman. Lalu aku bangun rumah kecil.

    Nah tanah luas dan rumah kecil itu mau aku buat taman bermain anak-anak. Tapi syaratnya harus permainan tradisional. Nggak boleh bawa hape haha.

    Biar anak jaman sekarang tahu ada gobak sodor, kasti, gedrik, cirak, nekeran, kopral, dll. Yg cewek2 juga tahu betapa sulitnya main bola bekel. Trus main kuwartet, tebak2an, monopoli, karambol. Nah kalau permainan yg butuh ruangan bisa diadakan di rumah kecil itu.

    Seru khan yaaaa.. haha

    BalasHapus
  3. calcines calcites calcitic calciums calcspar calctufa calctuff calculus.
    humbly   humbug   humeri   hummed   hummer   hummus
      humors   humour. thank    tharm    thaws  
     thebe    theca    theft    thegn    thein.



    Check out my web page :: how to download flappy bird

    BalasHapus
  4. lanjutkan Peri Pungky...bawa kegembiraan untuk anak-anak Indonesia...congrat

    BalasHapus
  5. mak pungky aktif sekali.. salut saya :D

    BalasHapus
  6. kegiatan yang bermanfaat Mba Pungky, sekalian ajarin mereka permainan tradisional? atau malah mereka masih sering main itu? :)
    Teruskan & kembangkan mba.. kalau ada yg bisa saya bantu InsyaAllah siap membantu... :)

    BalasHapus
  7. calcines calcites calcitic calciums calcspar
    calctufa calctuff calculus. humbly   humbug   humeri   hummed   hummer  
    hummus   humors   humour. futharks futhorcs futhorks futilely
    futility futtocks futurism futurist.

    Take a look at my web page - download flappy bird

    BalasHapus
  8. Seneng deeeh liat aksi-aksi kaya gini :) mudah-mudahan aku satu saat bisa ikut terlibat langsung dengan hal-hal sosial kaya gini..

    BalasHapus
  9. makin eksi dan bermanfaat aja nih kak punky, saya jadi terinsfirasiii :D

    BalasHapus
  10. kampung rahayu ini lokasinya dimana kak?

    BalasHapus
  11. Pungkiiii kapan2 kalo mau ngadain acara serupa aku dicolek2 ya? Biar aku ikutan donasi, yang kemarin itu aku kelewatan soalnya.

    BalasHapus
  12. bagus acaranya, ikutan dong :)

    BalasHapus
  13. Seru ya mak... Perhatian macam gini yang mereka butuhkan :)

    BalasHapus
  14. kampungg yang ayu :) pungky memang top

    BalasHapus
  15. mak pungky..mustinya kemarin aku ajak mampir ke kampung pulo kandang, kelapa gading yaaa...bisa dongeng sama2 kita :)...sukses selalu neeng...cheers...

    BalasHapus
  16. Although my wife and I live by ourselves in an American style condo complex, if I wanted an upscale lifestyle, on only my Social Security, I could easily
    afford a nice house, with at least one live-in servant.

    Philip finished the mixing of the music in the same
    location. Grammar and correct sentence structure are emphasized early on.

    Feel free to surf to my blog - Tagalog Movies Katya Santos

    BalasHapus
  17. pasti seruuu banngettttt

    salut dan tetep keren diirimu :*

    BalasHapus