Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Pemenang Giveaway Peri-Peri Bersayap Pelangi

waaaaa. maaf ya pengumumannya kelamaan. maaf maaf :)
yap. dari 17 temen blogger yang ikutan. juri udah milih tiga pemenang yang dinilai murni dari tulisannya. gak ngaruh sama temennya siapa anaknya siapa, komen tulisannya seabrek-abrek apa, desain blognya kayak apa, apalagi mukanya kayak apa. hahaha gak ngarooooh.

okey. sebelumnya aku kenalin juri-jurinya dulu ya. biar nyoss. kenapa orang lain yang jadi juri? soalnya kalo aku yang milih pemenangnya, takutnya jadi subjektif. jadi biarin deh orang lain aja yang milih. hihi
juri kita ada dua, yang satu namanya Bu Winda Krisnadefa, dia salah satu penulis buku Peri-Peri Bersayap Pelangi yang juga penulis novel Blackbook yang juga salah satu penulis buku Senarai 24 Kampung Fiksi dan buku-buku yang lainnya. iya sodara-sodara, ini emak-emak satu produktif banget. tulisannya segambreng dan bukunya juga segumbreng.
juri yang kedua, namanya Santy Novaria, dia mahasiswa, salah satu penulis buku Peri-Peri Bersayap Pelangi juga. dan kalian harus tau, kalo dia ini juaranya prosa melayu. juara banget! kalo udah baca prosa melayu nya dia, rasanya klepek-klepek.


oke oke. temen-temen yang baik, ini dia, tiga pemenang giveaway Peri-Peri Bersayap Pelangi...


Adittya Reggas - Bangkitkan Lagi Negeri Anak yang Hilang


Ibu Hilsya -  Peri-Peri dalam Dongeng Sebelum Tidur


Aul - Anak-Anak: Dulu Dan Sekarang 


*klik digambar untuk baca tulisan mereka.

selamat yaa buat para pemenang. semoga hadiah buku Peri-Peri Bersayap Pelangi nya bermanfaat dan sampai ketangan yang tepat :)
untuk yang belom menang. hehe gak bisa ngomong apa-apa aku nya. cuma bisa doa. semoga tulisan yang pernah kalian ketik untuk anak-anak indonesia beneran untuk anak indonesia. dan giveaway ini cuma bonus. makasih yaa semua yang udah ikutan yaa. kalian keren banget! banget :')
dan buat tiga orang di atas, tolong segera kirim nama, alamat dan nomer handphone ke pungkyprayitno(at)gmail(dot)com dan tunggu ultraman cosmos nganter hadiah ke rumah kalian yaa. sekali lagi selamat :D



Purwokerto, lupa tanggal lagi juli 2011

selamat bersenang-senang untuk yang selalu merayakan :D

Ngegombalin Kamu, Su!

"kamu lensa!"

"ah. sok fotografer kerasukan pujangga"

"kamu bunga!"

"hih. gombalan jaman belanda !"

"kamu cinta"

"yap, semakin jaman belanda"

"kamu agama!"

"hmm. sindrom mau bulan puasa"

"kamu bulan!"

"kata cinta anak umur lima belasan"

"kamu tai!"

"yah malah emosi"



 

"kamu debu!"

"aku suka yang itu!"



"tapi cinta kita rangginang"

"kok?"

"penyatuan printilan-printilan. enak! gurih

tapi kriuk kriuk" 





"rrgh! kamu asu!"

"tapikan situ mau"



Purwokerto, lupa tanggal 2011

Pungky dalam Sepuluh Definisi

Satu. Aku adalah mahasiswa dengan IPK dua koma dan bangga
Karena aku percaya. Untuk sukses, kita gak butuh IPK minimal. Kita Cuma butuh kerja keras dan doa maksimal. Aku punya cara sendiri untuk berbakti, gak harus dengan IPK tinggi. Mama.. Papa.. aku buktiin itu suatu hari nanti.

Dua. Aku adalah gadis bersemangat yang senang mengumpat ‘bangsat’
Apalagi menghabiskan energi untuk memaki, itu hobi! Hahahaha asal tidak selalu, buatku memaki itu perlu. Hati manusia bukan batu.

Tiga. Aku adalah perempuan yang senang bicara soal selangkangan
Tidak sopan? Hah! Tergantung bagaimana isi kepala kalian. buatku selangkangan soal ilmu pengetahuan. Sisi kehidupan yang selalu ada di sekitaran. Bicara selangkangan bicara kehidupan. Bicara selangkangan adalah soal manusia dan keturunan. Soal kehormatan. Soal kesehatan. Soal budaya dan pantangan. Soal agama dan larangan. Soal Tuhan.

Empat. Aku adalah pencerita suka-suka
Karenanya,  tulisanku bukan untuk mereka yang alergi dengan omong kosong.

Lima. Aku adalah perempuan dengan dua jagoan



Enam. Aku adalah anak muda yang sangat menikmati muda
aku senang mencicipi hal-hal berbau muda. Bermusik, berkamera, berdunia maya seenaknya, bermain, makan semua yang aku suka, berpakaian ala tokoh pujaan, berdandan untuk pasangan impian, menghayal soal masa depan, berpacaran, belanja sampai bosan, membeli bahkan yang tak perlu untuk di beli, bekerja demi ongkos hura-hura. Haha aku muda, aku merdeka, aku bahagia.

Tujuh. Aku adalah calon wartawan perang yang takut perang
hahaha katanya punya cita-cita itu harus setinggi-tingginya. Semoga Tuhan membuatnya nyata. Amin seamin aminnya.

Delapan. Aku adalah calon dewasa yang senang dengan prakarya
Kalo mau bilang aku ini saingan anak TK, kamu basi. Yang bilang gitu udah tujuh milyar juta tiga ratus empat puluh lima ratus juta ribu manusia.

Sembilan. Aku adalah pacar dari seorang tampan
Hahahahaha. Fitnah lebih kejam dari pemerkosaan.

 

Sepuluh. Aku adalah  satu dari sebelas penulis buku dongeng Peri-Peri Bersayap Pelangi 
Muahahahahaha ini murni promosi. Ayo beli!




Purwokerto, 12 Juli 2011

tantangan dari Nonasan. katanya disuruh nulis sepuluh hal tentang diri sendiri. hah! kenapa cuma sepuluuuuh? :\


----
untuk para peserta giveaway. sabar yaa. juri lagi milih. orang sabar 'ehem' nya lebar ;)

Giveaway, Air Mata dan Kata Semoga :)

Bagaimana aku tidak menangis? Ketika membaca satu satu halaman maya yang masing-masing menceritakan tentang si kecil dan dongeng. Tentang anak-anak mereka dan dongengnya, tentang adik-adik mereka, atau bahkan masa kecil mereka yang.. ah.. Tuhan maaf aku iri.
Iya Tuhan aku iri. Membaca para bunda berkisah tentang anak-anaknya. Bagaimana mereka bercerita sebagai pengantar lelap para buah hati. Tentang hewan-hewan, tentang peri-peri, tentang dunia-dunia pengantar menuju mimpi. Cerita terakhir untuk hari ini. Sampai kecup manis mengantar sang buah hati terlelap menuju esok pagi. Sama bunda lagi.

Tuhan iya aku sangat iri. Membaca para muda bercerita tentang kecilnya. Bagaimana dongeng dari orang tua menjadi hiasan hari-hari beberapa masa yang lalu. Indah ya? Mengingat dulu bunda pernah cerita apa. Indah. Masih hafal dulu ekspresi ayah bercerita bagaimana.
Tuhan, aku masih ingat dongeng tentang Pak haji dan Cucu Nenek Miskin yang pernah mama ceritakan dulu. Dulu sekali. Waktu aku membaca masih mengeja. Dulu sekali. Waktu itu menjadi satu-satunya dongeng yang pernah aku dengar dari Mama. Dari Mama. Dongeng tentang perjuangan anak miskin yang harus rebutan beras dengan ayam di pasar. Demi neneknya. Bahkan sebutirpun ia kejar. Demi nenek yang akhirnya meninggal karena kelaparan. Aku masih hafal Tuhan. Bahkan bagaimana intonasi Mama bercerita tentang mereka pun aku masih bisa mengulang. Aku Hafal Tuhan. Karena hanya itu satu-satunya dongeng yang pernah Mama ceritakan. Itu dongeng pertama dan terakhir yang pernah aku dengar. Itu dongeng yang selalu aku ulang. Yang selalu aku ulang setiap rindu ini menggebu. Atas nama ibu.

Yang Maha Segala..
Terimakasih pernah memisahkan Mama dan Papa. Setidaknya, perpisahan itu yang membuat aku selalu rindu luar biasa atas Mama. Setidaknya, rindu itu yang selalu menghadirkan dongeng sendiri dalam tiap lamunku. Dalam sela masa sebelum tidurku. Setidaknya, kehadiran dongeng itu yang membuat aku berjanji untuk ada dalam hela nafas anak-anak yang kehilangan dunianya. Sela masa itu yang membuat aku berjanji ada untuk bercerita kepada mereka. Makhluk-makhluk kecil penuh warna. Dan rindu itu.. rindu itu yang menerbangkan peri-peri bersayap pelangi ke angkasa. Mengantar cerita untuk ratusan anak-anak indonesia. Semoga.

dan terimakasih Tuhan, memberiku kesempatan untuk pernah membawa peri-peri bersayap pelangi ke jogja. Pada Mama. Semoga adik-adik tiriku disana, bisa setiap hari diantar tidur dengan dongeng Mama. Ah, Senangnya menjadi mereka..

 :’)




Purwokerto, 11 juli 2011

Sekarang tanggal 11 juli 2011 jam 00.15 waktu Purwokerto. Giveaway Peri-Peri Bersayap Pelangi aku tutup yaa. Silakan tunggu pengumuman pemenangnya. Makasih yang sangat banyak untuk para peserta dan pembaca. Semoga tujuan kita selalu sama. Untuk anak-anak Indonesia. Semoga ;)

Jalang Petang

Petang.

Ayah selalu pulang. Bau parfum si jalang juga selalu ikut pulang.

Tak lama pasti terdengar ibu susungukan. Pertengkaran. Skenario yang sama terulang, isak tangis menggerayangi setiap pojok ruang yang ini. Jeritnya memekakkan ruang mimpi. Kesetiaan berbalas bau parfum jalang, setiap petang.

Dan setelahnya namaku dibawa-bawa. Bagaimana anak kita, katanya. Kebahagiaan keturunan pertama selalu jadi dilema. Masa depan putri satu-satunya setengah mati jadi alasan bertahan bersama. Sedang yang punya nama batinnya menggila. Lupakan tentang kebahagiaan dan masa depan. Itu jauh! jauh! Yang punya nama hanya sedang ingin terjaga. Bermimpi tanpa kengerian setengah mati. Dikamar sebelah, rumah rahimku meronta. Di ruang yang sana, ibuku menjerit sakit luar biasa. Apa daya ini Tuhan ciptakan raga. Jangankan membela, bicarapun aku masih mengeja. Sang umur masih belum beranjak dari angka tiga.

Dan pagi,

ibu pergi.

Semalam yang terakhir sakitnya di puncak tertinggi. Ibu pergi. Itu obat terhebat untuk luka yang terus menghujat.
Aku masih terjaga mimpi di ruang yang sini.
—

Petang.

Matahari belum seratus delapan puluh derajat tenggelam. Sudah aku didalam ruang dengan balutan tembus pandang. Bersama sebotol bir dingin dan rokok lima batang, siap untuk sentuhan tubuh yang itu. Lelakiku. Skenario yang ini sudah ku atur sedemikian rupa. Usia ku yang menapak kepala dua adalah saatnya meluapkan segala atas rasa. Dendam. Cuil kebahagiaan. Puing kepuasaan. Sakit tertinggi atas dia yang pergi.
Kecup manis di pipi kiri menjadi pembuka pintu mati sang hati. Senyum birahi mengawali gerak sang jantan atas setubuh perawan yang sudah lagi tanpa balutan. Mendekat. Melumat. Dan lalu menjalani panjang skenario malam laknat.

Darah pelepasan kehormatan jadi saksi bagaimana malam ini sang hati telah menjadi. Entah mati, atau malah lebih hidup lagi. Tetes saksi bagaimana seonggok mimpi pernah ikut pergi. Cecer merah atas amarah yang membuncah pada dia yang disebut ayah. Cairan kepuasaan manusiawi bersama ruang dalam yang nyeri. Menetes! Mengalir dalam segala rasa yang tak berupa. Dan lalu beriringan dengan perih yang seketika berirama rapih.

Perih parah!
Amarah!
Berdarah!

Aku pasrah,

mendesah.
—

Hari ini. Nikmat ayah semalaman juga aku rasakan. Batin yang pernah gila kini terpuaskan puncak orgasme jiwa raga. Sumpah serapah untuk ayah, tersalurkan lewat engah desah. Luka yang dibawa pergi kini aku seret kembali bersama pelepasan kesucian diri. Perih ini biar aku yang bawa. Sakit ini biar aku yang rasa. Semoga tertinggal sepaket bahagia untuk ibu disana.

Dan lalu Ayah murka. Putri satu-satunya tak lagi punya nama. Tinggal onggok nyawa tanpa asa. Kesuciannya jadi cerita, pernah ada. Lalu Ayah malu. Katanya keturunannya tak tau malu.

Ah.
Kenapa baru sekarang berpepatah soal malu? Dulu hati ini lebam membiru. Sedang Ayah tak pernah mau tau.
Sakit ibu, kini aku tau. Dan marah atas ayah, sudah.
—

Petang.

Aku selalu pulang. Bau parfum jalang juga ikut pulang.


taken with Nikon D60/18-70mm



Purwokerto, agustus 2010

prosa lama bersemi kembali :)






---
eh. udah tanggal 5 juli nih. berarti 5 hari lagi giveaway Galaksi Pungky ditutup. jangan lupa ikutan yaa. peserta yang tulisannya udah masuk, nanti yaa aku list di postingan selanjutnya. besok hari terakhir UAS. mau berjuang dulu. hehey muah! :)

i'am sorry guy, i'am a gay


i'am sory guy, i'am not a gay.
Kalimat itu yang sempat dia tulis ditembok kamarku. Tersenyum. Hebat sekali laki laki satu ini, menyatakan ke semua orang. Hey! dia bukan gay! bukan.
Sampai disuatu hari. Dia mengambil lagi spidolnya.
dan menghapus kata “not” ditengah kalimat.
i'am sorry guy, i'am a gay

taken with canon 400D/70-200mm


Dia temanku. Seorang laki laki gay yang berusaha hidup diantara kalian.

Aku belajar dari dia. Kalau cinta itu transaksi tanpa kembalian. Cinta gak butuh hitung-hitungan seberapa kamu ngasih, dan seberapa lawan transaksi kamu harus ngembaliin lebihnya. Atau cinta juga bukan barter. Yang kalau kita kasih ke dia, kita juga harus dapet dari dia.
Temanku bertahan dengan cintanya yang tanpa kembalian itu. Kedengeran lebay. Tapi kenyataannya dia udah mempertontonkan cintanya yang tulus ngasih tanpa berharap akan dibalas. Dia mencintai si hidung istimewa itu tanpa berharap apapun. apapun. karena dia sadar satu hal. Pujaan hatinya laki-laki normal. mencintai perempuan.

hebatnya, Dia gak bersinetron ala anak muda masa kini. Yang berlebay-lebay dengan cinta atau perasaan atau apalah itu namanya. Dia cukup diam dan menikmati perasaannya. Tanpa berlinang-linang air mata dan tanpa puisi puisi patah hati layaknya anak muda masa kini kebanyakan yang cintanya bertepuk sebelah tangan.
dia selalu percaya. Tuhan punya jalan terbaik nantinya. Dia pasti akan punya anak dari seorang perempuan yang dinikahinya. Dia meyakini itu. Dan aku tersenyum bangga atas mimpi masa depannya itu.

Dia temanku. Seorang laki laki gay yang berusaha hidup diantara kalian.

Ada yang gak terima kehadirannya? kenapa? karena dia salah? karena dia kelainan? karena dia banci? kamu Tuhan?
jangan lupa dia punya satu mimpi.
Dia akan menikahi perempuan!

Dia temanku. Seorang laki-laki gay yang berusaha hidup diantara kalian.

dengan gaya perempuannya. Dengan senyum yang jarang lepas dari bibirnya. dengan gosip-gosip menggelitiknya. Dengan kekuatan cinta dan mimpinya.
Aku belajar:
Manusia itu hidup dengan pilihan jalannya masing masing. Dan pilihan itu sekoin uang dengan tanggung jawab. Dua sisi yang gak mungkin berdiri sendiri sendiri. Karena setiap pilihan hidup, ada pertanggung jawabannya. Ambil jalanmu, dan berani dengan tanggung jawabmu.

Ini tentang hidup dan pilihan.
dan kita berjalan diatasnya.

Proses!


purwokerto, juli 2011

selamat ulang taun Dei sayang. loveyou! :)






temen blogger. jangan lupa ikutan giveaway galaksi pungky yaa. ayok ayok. sambil nunggu pungky nya uas. nanti abis aku uas, kita blog-blogan lagi kayak biasa. hiys :)