Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Pinkle-Pinkle Little Dhuarr!

kyaaaaaaaaaaaaaaa. kangen banget sama acara ngeblog-ngeblogan. iyah. kondisi penginternetan lagi menyedihkan banget nih. sejak warnet kesayangan pindah dan modem ala mahasiswa ini makin hari makin bapuk, rusaklah semua acara penduniaan maya aku.

oiya. kalian kenal Linda kan? itu lho, si jilbaber unyu yang punya blog Pinkle-Pinkle Little Star. iyah. iyah. Linda yang itu! yang unyu! yang kupingnya segede alaihim gambreng. yang blog nya kimcil banget. yang centilnya setengah idup. iya bener Linda yang itu..
jadi, setelah lama aku sama Linda ngedublek jadi temen blog.. aku baru sadar sebulan yang lalu kalo si Linda ini ternyata anak Purwokerto juga. hahahahaha kemana ajaaaaaaaaaa. dan karena sama-sama tinggal di Purwokerto, jadilah si Linda ini aku palakin ketemuan. trus karena dia centilnya minta maap. ya sekalian deh aku ajakin foto-foto sok-sokan model. sambil ngabuburit, kita berdua (bertiga sama mas pacar maksudnya) ketemuan di taman kota Purwokerto yang aku baru pernah sekali kesana ngahahahaha kuper gak udah-udah.

pertama ketemu, Linda ini orangnya super duper dhueeer! berisiknya banget. pecicilannya bangeet dan banyak gayanya gak ketolongan bangeeeet. tapi herannya, kalo lagi difoto, dia bisa sempet-sempetnya kerasukan Shereen Sungkar. diem. cakep. dan terlihat cewek baik-baik. ehem entahlah, cuma dia dan Tuhan yang tau kenapa bisa begitu.

  
 




iyah emang fotonya cuman begitu, sebenernya banyak. cuman Lindanya lagi pada gak kontrol muka. daripada disambit pake Ana Maria (nama motornya Linda), mending posting ini dulu deh. semoga Lindanya gak ngasah golok yah.
kalo ada temen blogger yang pengen difotoin juga, ayo kita ketemuan, gratis cyin! itung-itung buat bantuin aku belajar foto model. tapi ya itu ya, hasilnya gini-gini doang. kalo ngarep hasil fotonya bakal super duper hyper megatron bagus. yaa. foto studio limabelasrebu banyak kok.. hihihihi :p

doain warnet kesayangan cepet dapet pengganti yah. trus doain juga si modem pinter ini dapet keajaiban. kangen banget pengen blogwalking. karena cuma dengan blogwalking aku bisa jalan-jalan tanpa jalan-jalan.



Purwokerto, 14 Agustus 2011

Namanya acara ketemuan, gak lengkap rasanya kalo engga meng?... alay. 

Prosa Puasa

bagaimana kamu bisa mendefinisi tentang siapa. sedangkan yang kita rasa adalah gumpal beha pada dada perkasa rupa. seperti puasa, kamu tidak bisa mendefinisikan tentang apa. yang kita rasa adalah segarnya pahala dalam rupa riak dahaga. juga kamu tidak bisa mendefinisikan tentang kenapa. karena tuhan menyuruhnya sebegini tidak serupa makna dengan kerasanya. 
 
bagiku, puasa itu serupa merindu kamu. ada waktu yang mengajarkan aku soal indahnya bertemu. dengan proses sesederhana menunggu. dan rindu ini adalah kekuatan terhebat untuk aku melawan segala rintang, dalam perjalanan menuju kamu.
juga, puasa seperti bercinta. ada rasa luar biasa ketika aku bisa memenangi titik klimaksnya. menjadi juara pada galaksi tanpa nama yang aku punya. menjuarai putaran waktu yang telah membuat aku belajar tentang tunggu dan temu.
puasa itu sehangat peluk kamu. yang bisa merasa hanyalah tubuh-tubuh yang memang cinta. yang menikmati setiap detik prosesnya. yang butuh. dan melepas terasa terbunuh.
jalani jika kamu percaya, atau tinggalkan kalau kamu pikir hari ini tentang sia-sia. percuma.  

karena puasa tidak sesederhana menahan lapar dan dahaga.



Depok, 3 Agustus 2011

Ramadhan Tiba. Dijual: Agama

Ramadhan tiba.
Lalu sini sana sibuk promosi sebisanya. Maklum bulan puasa, saatnya mengeruk harta dengan modal: Agama.

Kalian,
Katanya band dengan jiwa islami. Sibuk memuji Illahi dengan musik masa kini, pakai kostum bak pak haji sambil tebar pesona surgawi.
Eh, kenapa lagu ketuhannnya cuma dibulan suci? Sedangkan bulan-bulan yang lainnya kembali puja-puji cinta duniawi. Segala rela mati demi kekasih hati. Bukannya cinta Illahi itu sejati? kok setelah Ramadhan jadi banyak saingannya lagi?

Kalian,
Gembar-gembor soal iman. Sibuk dengan layanan sms renungan harian. Reg spasi blablabla dua ribu per-kiriman. Renungan tentang iman katanya tak sepadan dengan pulsa yang dibayarkan.

Eh, kenapa cuma di bulan Ramadhan? Sedangkan bulan lainnya kembali menjadi reg spasi keduniaan. Cinta dan hiburan lagi-lagi menjadi utama dalam pelayanan. Bukannya renungan soal iman seharusnya tidak pandang bulan? Atau takut menderita kerugian? Karena kalau bukan bulan Ramadhan iman tidak bisa diuangkan? Hahahahaha menyedihkan.

Kalian,
Kampanye dimana-mana tentang sedekah. Mentang-mentang hidupnya bergelimang rupiah lalu setiap hari mempertontonkan kalian hibah kepada kaum ekonomi lemah.


Eh, kenapa cuma dilakukan di bulan penuh berkah? Sedangkan bulan-bulan lainnya asik menjadi pejabat serakah. Makan gaji sampah dan tak peduli mereka yang susah cuma bisa pasrah. Atau jangan-jangan lupa belajar, tentang sedekah yang dipertontonkan itu tidak akan dihitung ibadah. Atau memang kalian sangat mengerti, kalau hati bisa di beli dengan sok dermawan di bulan suci?

Kalian,
Jual produk dengan embel-embel agama. Iklan sini-sana berlomba cerita tentang takwa. sinetron islami merajalela. Sampai si artis seksi jadi berjilbab segala.


Eh, kenapa cuma di bulan puasa? Sedangkan di bulan lainnya produk-produk kembali berembel-embel dunia. Si iklan lupa lagi soal takwa. Sinetron cinta banjir air mata jadi juara. Artis seksi pamer tubuhnya dimana-mana. Strategi dagang di bulan puasa, ya? Mengerti luar kepala kalau embel-embel agama diburu pembeli selama tiga puluh hari. Busana islami jadi saksi tubuh seksi mendadak sok suci supaya laku ditawar televisi. Sinetron iman dan takwa adalah ladang uang di bulan penuh pahala. Rupiah jadi berhala.


Sampai ada acara remaja mendatangkan ustadz segala sebagai penasehat cintanya. Segitunya ya memanfaatkan embel-embel agama? Luar biasa.

***

Ramadhan tiba, ayo siapkan materi untuk jualan agama! Keburu konsumen disrobot lapak tetangga.
Cuma tiga puluh hari! 
Jangan sampe rugi.
Purwokerto. 7 agustus 2010

Bibirnya Bergincu, Kelaminnya Beradu (2)


Sekarang dia bergincu. siap untuk beradu. Birahinya meninggi. Kelaminnya menganga minta lagi. Si lelaki siap menyetubuhinya walau hanya lewat kotak maya 10 inci. Dia mempreteli pakaiannya sendiri.

“jangan!”

“kenapa?”

“karena kamu tidak punya alasan”

“untuk bahagia”

“kamu tidak bahagia!”

“dia!!”

“tidak! Tidak dengan cara ini!”

“dengan apalagi? Jangan lupa dia laki-laki”

“jangaaaaan!! Kamu bukan perempuan murahan!”

“aku tau dia siapa dan bagaimana. Dia bukan bajingan. Dan tidak pernah ada kata murahan”

“jangan tolol!”

“jangan berisik!”


Sepi pergi karena menyerah, komprominya kalah. Dia bertelanjang diri. Laki-lakinya menikmati. Dengan tanpa busana dia melayani laki-lakinya dalam kotak maya. Nafsu si lekaki menjadi. Terbang bersama birahi yang terus meninggi.

Ini atas nama cinta. Ini atas nama cinta. Ini atas nama cinta
Mantra itu berulang pasti dalam hati. Tinggal itu yang dia punya. Dia percaya kebahagiaan lelakinya adalah obat terbaik untuk perihnya. Untuk luka parah yang terus mendesak jiwanya menyerah. Bukti bahwa cintanya tidak pernah kemana-mana. Mimpinya pergi, hatinya mati, tapi cintanya tetap disini. Untuk si laki-laki terakhir yang sekarang sedang…..

…………………………………… aaaaah! orgasme luar biasa.

“I love you..”
Sekarang dia menyingkirkan kamera yang sejak tadi menyetubuhinya. Air mata nya ikut ambil bagian dalam skenario malam ini. Entah. Ini bahagia atau apa. Dia cuma tau malamnya digerayangi cinta.

Kembali ke kotak 10 inci. Laki-lakinya masih menghujani dengan sejuta kata mesra. Tak ambil peduli. Dia sedang tidak butuh dipuji. Dia Cuma sedang menikmatinya cintanya, bahagianya, birahinya, air matanya.

---

Pagi. Kotak maya kembali menghubungkan dia dengan si lelaki. Komunikasi setiap dia mau adalah obat untuk serbu rindu.

“sayang, banyak orang disini”

“oh, ya udah. Nanti lagi ya”

“maksudnya, kamu jangan kayak tadi malam. hahahaha”

“percaya diri banget kamu ngomong kayak gitu”

“siapa tau, tau-tau webcamera nya aktif lagi. Bisa gawat”

“haha. emangnya kamu pikir aku ini apa!”




Layarnya mati.
Hati nya lebih lagi.






Depok. 14 september 2010
 ------
teman-teman blogger yang baik, kemaren ada yang nanya sama aku tentang kelanjutan cerita Badut Selangkangan yang pernah aku tulis dulu dan masih besambung sampe sekarang. mmm, bukannya gak mau ngelanjutin. tapi cerpen yang satu itu lagi dilema. antara di publish terusannya di blog, atau biarin dia berjalan dengan jodohnya ditempat lain. eemm, doain aja deh ya. semoga kalian yang penasaran bisa cepet baca lanjutannya. entah dalam bentuk postingan blog, atau dalam bentuk lain. semoga :)

Bibirnya Bergincu, Kelaminnya Beradu


satu lelaki dia tiduri karena mimpi yang pergi bersama luapan emosi usia pagi
satu lelaki lagi dia telanjangi karena desakan nyeri
lelaki terakhir dia setubuhi karena dorongan 'ingin' lagi

sekarang dia bergincu
pakai baju baru dan siap untuk kembali bergelut dengan laju
laju akan kehidupan yang tak pernah sanggup dia lawan
laju tentang perjalanan yang terus dia tantang
gerak akan hati yang sialnya belum mau mati tapi tidak berfungsi sama sekali

nanti malam dia beradu
kepada pembaringan tempat air mata nya selalu disemayamkan
pembaringan tempat dia berkencan dengan tuhan
melawan angan tentang kehangatan yang selalu menentang lantang
membunuh serbu rindu yang menggerayangi setiap detil deru nafsu
bisa apa? jeritnya diboikot bisu

hatinya berdarah parah
emosinya membuncah tak mau kalah
marah!
marah karena hidup tidak pernah bisa menjadi salah
bantalnya basah
dia melemah

menata kembali pola semrawut kusut untuk ke seribu kali
gagal lagi
isi kepalanya terlanjur tidak bisa diajak kompromi
maklum. dorongan hati yang dia bilang mati

sekarang dia bergincu
siap berlaju bersama hidup yang sombong tak mau tunggu
rindu nya tutup buku
angannya pun begitu


beradu
kelaminnya perih
hatinya lebih

 

Depok. 13 september 2010

Kata Kameraku, Ini Kecak!


Kecak is one of traditional dance from Bali, Indonesia. 
enjoy ;)







Taken with Nikon D60/18-70mm
Location: Bali, Indonesia
Software: Adobe Photoshop Cs5



Purwokerto, 18 juli 2011

sedikit jepretan dari perjalanan KKL ke Bali kemaren. maunya sih cerita juga tentang Kecak. tapi lupa. alias selama tour guide nya ngoceh, aku molor. zzZ