Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Selamat Ya, Kalian Dapat Voucher Menginap Gratis di Amaris Hotel Pancoran!


Woh, gak nyangka juga, ternyata banyak yang pengin yah nginep gratis di Amaris Hotel Pancoran. Tercatat 79 komentar di postingan mini giveaway aku, dari yang serius, serius bener, sampe serius kengaco-ngacoan.

Seperti biasa, setiap giveaway yang aku helat, pemenang pasti ditentukan oleh Silviana. Blogger asal Malang yang sekarang lagi mengadu nasib di Batam. Dia tuh udah kayak partner istimewa blog aku, saban aku gelar hajatan digital, pasti dengan sukarela bantuin. Dan bantunya tuh beneran ikhlas, enggak ada tengadah tangan apalagi kedip-kedip minta honor. Anaknya memang tulus banget sih, baik dan pengertian. Pengertian kalau aku gak mungkin punya dana buat kasih honor. Hahahahaha

Review: Wardah White Secret Series, Beneran Bikin Cerah!


Perempuan mana yang bisa baik-baik aja saat kulitnya kusam kekeset-kesetan? Setiap abis mandi matahari, kulitku gosongnya selalu berbonus kusam dan dekil. Jadi gak cuma gelap, tapi juga banyak noda hitam, buras, dan penuh dengan aura cakep-sih-tapi-lebih-cakep lagi-kalau-ditutup-karung.

Makanya, waktu ada temenku dengan tengilnya nunjukin kulitnya yang cerah dan mencling, aku langsung geragas. Dia bilang rahasianya adalah Wardah White Secret Series. Oh yes, saat itu juga aku meliuk-liuk di depan suami lalu nelfon taksi dan ngacir ke satu dari dua mall di Purwokerto. Beli semuanya.

Sekarang, aku sudah 6 bulan lebih pakai produk ini. Hasilnya kelihatan dan alhamdulillah sama sekali gak menimbulkan efek samping di kulitku. Tapi, kayaknya kulitku mulai jenuh, jadi belakangan ini udah gak ngefek apa-apa. Makanya sebelum aku ganti skincare dalam waktu dekat, sebelum ada sesi meliuk-liuk penuh rayu lagi di depan suami, aku memutuskan menulis review ini. Siapa tau bermanfaat untuk kalian yang pengin kulitnya lebih cerah dengan budget bersahabat.

Aku bahas satu-satu, ya.

Wisata Keluarga di Sentul


Sebagai orang yang lahir dan besar di Depok, aku selalu merasa punya hubungan khusus sama Kota Bogor. Sekolahku, waktu SMA, berada di perbatasan Depok dan Kota Bogor. Kalau bolos, mainnya ya ke Bogor, jadi Agapar dalam sekali naik angkot. Anak gaul Parung.

Hubungan khusus ini juga didukung dengan beberapa mantan yang tinggal di sana, cinta monyet yang semuanya berakhir tanpa bekas. Salah satunya, putus karena jarak. Kami gak kuat LDR-an Depok Bogor. Jarak antar rumah kami, setara dengan tiga kali naik angkot, empat ribu lima ratus. Sedangkan sangu harian cuma sepuluh ribu. Berat juga kalo tiap istirahat sekolah cuma jajan cilok pedes demi pacar :(

Blog Pribadi Menghasilkan Uang, Gimana Caranya?



Aku, selalu bilang ke semua orang, bahwa blog adalah tempatku bernapas dari rutinitas. Blog adalah tempatku bersenang-senang, adalah taman bermain, studio berkarya, rumah dunia maya dimana aku bisa pulang kapan saja. Sejak 2010, aku bersama blog ini berjalan dan melewati banyak hal. Sangat banyak hal. Tapi satu hal yang selalu aku pegang, haram bagiku menjadikan uang sebagai tujuan ngeblog.

Iya, kalian gak salah baca. Aku mengharamkan diri menjadikan uang sebagai tujuan, gak boleh, gak pernah boleh. Udah macam abah-abah MUI aja kan hidup eyke. Beuh.

Menginap di Amaris Hotel Pancoran, Siapa Suruh Datang Jakarta!



Setiap ke Jakarta dan menginap di hotel, aku jadi punya kesukaan baru. Buka jendela malam-malam dan menonton pertunjukan bernama ibukota. Diam di sana, berlama-lama, dan menyaksikan banyak drama. Yang pada akhirnya mengantarku pada syukur, bahwa hingga hari ini, aku masih hidup di desa.
Tuhan maha baik.

Tanjung Perak Hari Ini



Kenapa papa melarangku ikut ke pelabuhan? Padahal aku cuma mau liat kapal, cuma mau liat laut!

Begitulah Pungky kecil, yang setiap minggu, merengek pada Papa untuk ikut ke Tanjung Priok. Papa, adalah seorang pegawai Bea dan Cukai. Walaupun kerjanya di kantor, tapi dia sering sekali ke pelabuhan. Dan aku selalu dilarang ikut. Syem.

"Jangan, pelabuhan itu kotor. Panas, banyak oli, bau, penuh orang. Gak boleh anak kecil main ke sana"

Begitu selalu jawaban Papa, dan begitu juga selalu akhir percakapan kami. Papa pergi ke pelabuhan, aku lari ke kamar. Senguk-senguk dalam selimut macam liat gebetan pergi kawin. Galau, bro!

Minggu kemarin, PT Pelabuhan Indonesia III (persero) atau dikenal dengan Pelindo III, mengajak aku dan 9 blogger lainnya main ke Pelabuhan Tanjung Perak. Waduh? Serius? Kepalaku langsung berkelibat dengan rentetan larangan Papa. Gak boleh ke pelabuhan, di sana itu kotor, bau, banyak oli dan panas. Kelibat lain adalah ingatan tentang perjalanan ke Palembang beberapa tahun lalu, Merak dan Bakauhuni semakin meyakinkanku bahwa pelabuhan adalah tempat yang tidak bagus. Sekarang, kami diundang ke pelabuhan? Ngapain?

Dan 23 April 2016, pertanyaanku terjawab lunas. Kami bersembilan tiba di Surabaya, disambut mas Suryo, pihak dari Pelindo III, yang lalu membawa kami keliling Tanjung Perak. Aku, seketika mengubah 180 derajat pemikiran tentang pelabuhan. Tentang Tanjung Perak hari ini.