Sebagai orang yang hidup di Banyumas, tentu aku deket banget
sama aneka makanan dan minuman dari daerah tetangga, Wonosobo. Dari mulai Mie
Ongklok, tempe kemul, sampai kripik jamur. Nah, sampai hari ini,
makanan atau minuman khas Wonosobo yang jadi favorit aku banget adalah manisa
Carica. Pernah coba? Duh, rugi banget kalau belum pernah. Ini tuh manisan
paling enak sejagat raya.. Rasanya asam dan manis dalam satu sruputan. Ditambah
es dan telor-teloran kodok, hmmm, nikmate
puol!
Gula Plastik, Ketika Berbagi Tak Harus Memiliki
Kamis, 17 Juli 2014
“Mbak Pung.. Aku mau
jujur.. Jangan marah ya..”
“Kenapa bu?”
“Kemaren aku pulang
jalan kaki, gak jadi ngangkot. Ongkosnya aku pake buat beli tahu, soale di
rumah cuma ada kangkung buat buka puasa”
Namanya bu Asanah, perempuan berusia setengah abad lebih
yang sudah dua tahun ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumahku. Setiap
hari, bu Asanah berjalan kaki satu
kilometer untuk sampai ke rumahku.
Pulang pergi, jadi dua kilometer. Tapi itu dulu, jauhnya begitu. Sekarang, sejak aku pindah rumah, jarak yang harus ditempuh
bu Asanah buat sampai ke rumahku bertambah jauh dua kali lipat. Kalau jalan
kaki, apalagi untuk perempuan di atas 50 tahun, mungkin sampai tujuan, kaki
rasanya keram dan pegal-pegal. Makanya, setiap hari, aku selalu ngasih bu
Asanah uang untuk ongkos naik angkot.
Pindah Rumah Yipikayey!
Rabu, 09 Juli 2014
Tips Memotret Anak di Rumah
Selasa, 08 Juli 2014
Suka sirik gak seeeeh, liat foto anak orang yang bagus baguuus? Secyara beberapa orang Indonesia kentutnya duit, jadi bayar mahal fotografer biar anaknya punya foto bagus, enteng enteng aja. Apalagi kalo saldo rekeningnya sampe susah disebut, saking banyaknya, bayar mahal studio foto demi anak tercinta, pasti bukan masalah.
Yang masalah, yang kayak aku gini. Pingin punya foto anak yang bagus dan kece buat dipajang, apa daya beli beras aja masih ngap-ngapan. Bayar fotografer cuma buat foto anak? Aduuuh.. bukannya gak mau, tapi nanti deh yaa kalo Zayn Malik yang duitnya segabrek-gabrek itu udah mempersunting. Mueh?
Nah, aku punya tips nih, memotret anak di rumah tapi hasilnya gak burek-burek amat. Biar tetep punya foto anak yang bagus bin kece, tapi enggak perlu keluar duit banyak. Cekidots!
Untuk Pergi yang Tidak Bertakdir dengan Pulang
Jumat, 27 Juni 2014
![]() |
| Gambir, Agustus 2008 |
Seharusnya dulu kamu bilang sama aku, bahwa langkah pertama
kita, tidak akan berakhir di titik yang sama. Kamu bilang sama aku untuk
mengemas semuanya. Semuanya! Jadi sekarang aku enggak ribut minta balik untuk
sekedar mungutin hal kecil di tempat yang jaraknya berjuta-juta mil jauh di
belakang. Hal kecil yang menurut kamu remeh tapi buatku berharga. Hal kecil
yang kamu anggap sampah, tapi kalau mereka ikut, senyumku sepanjang kepergian enggak akan berseling sesungukan kayak sekarang.
Ini sakit, tau!
Aku kepingin pulang. Kenapa sih dulu kamu enggak bilang,
kalau kamu, mengantar aku pada jalan yang gak pernah bertakdir dengan pulang?
Kenapa? Janjinya kan kita cuma pergi sebentar. Cuma sebentar! Kamu waktu itu
bohong? Kamu jahat.
Kepergian kita jadi enggak istimewa lagi. Enggak. Aku kepingin
pulang. Kamu bisa gak sih bilang sama Tuhan? Bilang dong! Biar Dia aja yang
belokin pergi ini. Jadi pelan-pelan,
Menuju pulang.
Purwokerto, Juni, 6 tahun setelahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)





